Jumat, 24 Desember 2010 Pos Metro
MEDAN-PM-Arus lalu lintas di Jl Adam Malik, Kel Silalas, Kec Medan Timur tiba-tiba macet. Penyebabnya, seorang pria diduga mengidap depresi mencoba bunuh diri dengan membenturkan kepalanya ke mobil yang melaju.
Peristiwa itu terjadi Kamis (23/12) sekira pukul 14.00. Siang itu, pria yang mengaku bernama A Hok (50-an) ini tiba-tiba memukul seorang pria yang sedang melintas di depannya. Tak mengira A Hok mengalami defresi, pria yang dipukul itu balas memukul hingga hidung A Hok mengeluarkan darah.
Begitupun A Hok tak diam. Dia berusaha memukul balik. Tapi A Hok kalah dan sempat menerima sejumlah pukulan dari pemuda yang tidak diketahui identitasnya itu. Perkelahian baru terhenti setelah beberapa warga dan seorang pengemudi betor melerai.
“Sudah lah bang, ngapain dilawani. Stres dia itu,” ungkap Sabaruddin (35), seorang pengemudi betor kepada lawan berkelahi A Hok. Pria itu pun pergi.
Tapi kehebohan kembali terjadi. A Hok kembali berulah. Pria yang mengaku tinggal di Pasar VI, Belawan itu, membenturkan kepalanya ke sebuah mobil yang melintas sehingga membuat kaca dan pelipis mata kanan A Hok sama-sama pecah.
Tak terima, pengendara mobil jenis Toyota Avanza itu turun dan berniat menghajar A Hok. Namun warga yang melihat peristiwa itu kembali berkerumun dan menjelaskan kepada pengendara mobil itu keadaan pria tua itu. Lantas, seperti memaklumi, pengendara mobil itu berlalu pergi.
Tapi lagi lagi kehebohan tak sampai di situ. A Hok bertingkah nekad. Dibaringkannya tubuhnya di tengah jalan. Akibatnya semua kendaraan roda dua dan empat berhenti.
“Wah, tadi lebih heboh, dia (A Hok) tidur-tidur di jalan. Jalan jadi macet dibuatnya,” ujar salah seorang warga.
Melihat tingkah A Hok yang semakin tak terkendali, warga sekitar menghubungi Polsek Medan Barat. Tiba di TKP, petugas berusaha menenangkan A Hok. Namun A Hok yang diduga sudah bosan hidup berusaha kembali ke jalan untuk bunuh diri. Akhirnya, dengan menggunakan mobil patroli A Hok dibawa ke rumah sakit jiwa.
“Mau dibawa ke rumah sakit yang dekat dari sini lah, pening kita dibuatnya ini. Mati pula nanti, jadi urusan kita,” ujar salah seorang polisi.
Menurut warga sekitar, A Hok telah tiga hari berada di kawasan itu. Keberadaan A Hok memang sangat meresahkan warga.
“Tiba-tiba nanti mau ngelempar, padahal awak nggak ada salah,” ujar Idris (34) warga setempat. (ala/vin)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar